materi meneladani perjuangan rasulullah saw di mekah
tentangsejarah perjuangan nabi muhammad sejak remaja sampai diangkat menjadi rasul di Mekkah dan Medinah D. MATERI PEMBELAJARAN: Pertemuan Pertama: 1. Kehadiran sang kekasih Nabi Muhammad saw. lahir pada hari Senin, 12 Rabi'ul Awwal bertepatan dengan tanggal 20 April 571 Masehi. Nabi Muhammad saw. lahir dalam keadaan yatim. Ayahnya, Abdullah
2 Ringkasan Perjalanan Perjuangan Dakwah Nabi Muhammad SAW di Mekah. Nabi Muhammad SAW setelah diangkat menjadi Rasul kemudian berdakwah Agama Islam. Awalnya berdakwah secara rahasia dan hanya mengajak orang-orang terdekatnya saja. Laki-laki dewasa yang pertama kali memeluk Islam yaitu Abu Bakar bin Quhafah dan kemudian menyebarkan Agama Islam
PAIVII BAB 12 Al Khulafau Ar Rasyidin Penerus Perjuangan Nabi Muhammad saw. Mereka memiliki akhlak mulia karena selalu meneladani akhlak Rasulullah saw. Abu Bakar As-Siddiq. Umar dilahirkan di kota Mekah dari suku Bani Adi, salah satu rumpun suku Quraisy, suku terbesar di kota Mekah saat itu.
Padatahun 621 M, telah datang tiga belas orang penduduk Madinah menemui Rasulullah saw. di Bukit Aqaba. Mereka berikrar memeluk agama Islam. Pada tahun berikutnya, 622 M datang lagi sebanyak 73 orang dari Madinah ke Mekah yang terdiri dari suku Aus dan Khazraj yang pada awalnya mereka datang untuk melakukan ibadah haji, tetapi kemudian
CATATAN · Kompetensi MI: 1. Mengenal. 2. Meneladani Isi Kandungan sejarah (Hanya Sebatas pengenalan) Keterangan : Mata Pelajaran SKI "Sejarah Kebudayaan Islam" untuk tingkat Madrasah Ibtida'iyah (MI) lebih intensif " mengenal sejarah pra-islam, mengenal Nabi Muhammad saw dan para Sahabat". · Kompetensi di MTS :
Site De Rencontre 100 Pour 100 Gratuit Sans Inscription. Pada tanggal 17 Ramadan tahun 610 M 13 tahun sebelum hijrah Nabi Muhammad Saw. yang saat itu berusia 40 tahun mendapat wahyu pertama, yaitu surat al-Alaq/96 1-5. Peristiwa ini menandai diangkatnya Nabi Muhammad Saw. sebagai Rasul. Setelah turunnya wahyu kedua, yaitu surat al-Mudatsir/74 1-7 Rasulullah Saw. diperintah oleh Allah Swt. untuk berdakwah. Bukanlah hal mudah untuk menyampaikan ajaran tauhid kepada penduduk Makkah. Hal ini dikarenakan mayoritas penduduk Makkah telah memiliki agama, yaitu menyembah Arab ketika itu dikenal dengan masyarakat Arab jahiliyah karena masih berada dalam kebodohan. Kebodohan yang dimaksud adalah kebodohan dalam bidang moral, norma, etika, hukum dan Masyarakat Arab JahiliyahBerdasarkan asal usul keturunan, penduduk jazirah Arab dapat dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu Qahthaniyun keturunan Qahthan, dan Adnaniyun keturunan Ismail bin Ibrahim. Pada awalnya, golongan Adnaniyun menduduki wilayah utara, dan wilayah selatan diduduki oleh golongan Qahthaniyun. Namun, seiring perkembangan waktu, kedua golongan itu membaur menjadi satu karena perpindahan dari utara ke selatan dan masyarakat Arab sebelum Islam dikenal dengan istilah jahiliyah. Masyarakat jahiliyah berarti masyarakat yang masih berada dalam kebodohan. Kebodohan tersebut adalah kebodohan dalam bidang moral, norma, etika, hukum, dan inti dari karakter jahiliyah adalah memiliki sifat keras kepala, mengutamakan hidup jangka pendek, tidak mau merubah perilaku pada perilaku yang benar menurut aturan hidup masyarakat jahiliyah sangat ditentukan oleh dua hal, yaitu kekuasaan kesukuan dan kekuasaan ekonomi. Masing-masing suku atau kabilah bersaing untuk menjadi yang paling kuat dan paling disegani. Sumber kekuatan mereka adalah kesetiaan dan solidaritas di antara anggota kelompok. Penduduk Arab jahiliyah memiliki tabiat suka wanita tidak punya hak mewarisi harta peninggalan suaminya, bapaknya atau anggota keluarga lainnya. Apabila terjadi peperangan antarsuku, maka suku yang kalah akan dijadikan budak oleh suku yang Arab jahiliyah memiliki kebiasaan buruk, di antaranya minum minuman keras, berjudi, dan membunuh. Lebih dari itu, mereka beranggapan bahwa minum minuman keras, berjudi, mencuri, merampok, berzina, membunuh bukan merupakan perbuatan salah. Hal ini merupakan bentuk kejahiliyahan di bidang norma, etika, dan Muhammad Saw. diangkat Sebagai RasulKetika menginjak usia 40 tahun, Nabi Muhammad Saw. lebih banyak mengerjakan tahannuts menyendiri, menjauhkan diri dari keramaian daripada waktu-waktu sebelumnya. Pada malam 17 Ramadan atau bertepatan 6 Agustus 610 Masehi, ketika bertahannuts di gua Hira, datanglah Malaikat Jibril menemui Nabi Muhammad Saw. untuk menurunkan wahyu pertama yaitu surat Al-Alaq ayat 1–5. Gua Hira tertelak di jabal Nur Bukit Cahaya yang terletak kira-kira dua atau tiga mil sebelah utara kota Dakwah Rasulullah Saw. di Makkaha. Mengajarkan tauhid kepada Allah Saw. mengajak masyarakat Arab yang saat itu menyembah berhala agar mengesakan tauhid, menyembah hanya kepada Allah Swt. semata, serta mengakui kerasulan Muhammad Saw. Islam mengajarkan bahwa Allah Swt. adalah Maha Esa, Dialah tempat memohon bagi semua makhluk-Nya, Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada satupun yang menyamai-Nya. b. Memperbaiki akhlak masyarakat MakkahRasulullah Saw. memperbaiki akhlak masyarakat Makkah yang saat itu terbiasa berperilaku jahiliyah, seperti minum minuman keras, berjudi, berzina, dan Menegakkan keadilan dan persamaan derajatIslam mengajarkan persamaan derajat di antara sesama manusia. Masyarakat Arab jahiliyah saat itu masih membedakan derajat laki-laki dan perempuan, dan antara budak dan majikannya. Semua manusia sama derajatnya di sisi Allah Swt., yang membedakan adalah Mengajarkan adanya hari kiamatIslam mengajarkan bahwa setelah alam dunia ini hancur dan akan digantikan dengan alam akhirat. Setiap manusia akan diminta pertanggungjawaban atas perbuatan selama mereka hidup di dunia. Bagi yang beramal saleh dan berperilaku mulia akan mendapat balasan surga. Sebaliknya bagi yang bermaksiat dan perilaku tercela akan dibalas dengan Dakwah Rasulullah Saw. di Makkaha. Dakwah secara sembunyi-sembunyi selama kurang lebih tiga tahunPada mulanya Rasulullah Saw. menyampaikan ajaran Islam kepada anggota keluarga, sahabat, dan orang-orang yang paling dekat dengan secara sembunyi-sembunyi berhasil mengislamkan Khadijah istri Nabi, Abu Bakar sahabat dekat Nabi, Ali bin Abi Thalib sepupu Nabi, Zaid bin Haritsah budak yang dipelihara Nabi, Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Sa'ad bin Abi Waqash, Abdurrahman bin Auf, Talhah bin Ubaidillah, Abu Ubaidillah bin Jarrah, Arqam bin Abil Arqam, Fatimah binti Khaththab adik Umar bin Khaththab beserta suaminya Said bin Zaid Al- yang disebutkan di atas disebut Assabiqunalawwalun orang-orang yang pertama masuk Islam. Rasulullah Saw. menemui mereka secara perorangan dan mengajarkan Islam dengan sembunyi-sembunyi. Akhirnya mereka memeluk Islam secara sembunyi-sembunyi pula. b. Dakwah secara terang-terangan selama 10 tahunSetelah turun ayat al Hijir ayat 94, Rasulullah Saw. mengundang tokoh-tokoh penting dari kafir Quraisy. Mereka hadir memenuhi undangan tersebut dan terjadi dialog antara Nabi Saw. dengan mereka. Rasulullah Saw. menyampaikan ajaran Islam yang mulia kepada mereka. Pada akhir pertemuan tersebut, mereka mengingkari segala apa yang disampaikan oleh Rasulullah Saw., kecuali paman Nabi Saw.,Dakwah mulai gencar dilakukan oleh Rasulullah Saw. hingga bergema ke seluruh wilayah kota Makkah. Rasulullah Saw. bangkit berdakwah melawan segala kemusyrikan dan segala bentuk penyembahan kepada selain-Nya. Rasulullah Saw. dengan tegas menyatakan bahwa siapa saja yang menyembah berhala dan menjadikannya penolong. Sungguh mereka berada dalam kesesatan yang nyata. Dakwah ini mendapat rintangan dan mendapat tantanngan dari kaum kafir Kaum Kafir QuraisyKaum kafir Quraisy menolak dan menentang ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah Saw. Penolakan dan penentangan ini dipelopori oleh tokoh-tokoh kafir Quraisy, diantaranya Abu Lahab, Abu Jahal dan Abu Sufyan. Ada beberapa faktor yang mendorong kaum kafir Quraisy menentang Islam dan kaum Muslimin, antara lain adalah sebagai berikutPersaingan perebutan kekuasaanPersamaan hak dan derajatTaklid kepada nenek moyangKaum kafir Quraisy juga melakukan pemboikotan terhadap Nabi Muhammad Saw. dan umat Islam. Kaum kafir Quraisy melarang anggota kelompoknya untuk berbicara dengan orang Islam, melakukan jual beli dengan orang Islam; dan menikah dengan orang Keberhasilan Dakwah NabiBerikut adalah penyebab keberhasilan perjuangan dakwah Rasulullah Saw. di kota Makkah Berakhlak muliaMemiliki analisa sosial yang cerdasMemiliki niat yang kuatPenuh kasih sayangMenyampaikan kebenaranMenggunakan strategi yang tepatHikmah Dakwah Rasulullah Saw. di MakkahMenumbuhkan keyakinan bahwa Allah Swt. pasti akan menolong hamba-Nya yang sabar, tabah, dan memiliki semangat tinggi dalam berdakwahMeyakini bahwa semua hidayah datangnya dari Allah Swt., sementara Rasulullah Saw. hanya bertugas menyampaikan mengajarkan persamaan hak dan derajat bagi semua manusia. Setiap orang memiliki kedudukan yang sama di sisi Allah Swt., hanya ketaqwaanlah yang menjadi ukuran kemuliaan di hadapan Allah perjuangan dakwah membutuhkan pengorbanan. Rasulullah Saw. dan para sahabat telah mengorbankan harta benda dan jiwa untuk menengakkan ajaran Islam.
0% found this document useful 0 votes0 views1 pageDescriptionPerjuangan Dakwah Rasulullah SAW. di MekahOriginal Title Meneladani Perjuangan Dakwah Rasulullah SAW. di MekahCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes0 views1 pageMeneladani Perjuangan Dakwah Rasulullah SAW. Di MekahOriginal Title Meneladani Perjuangan Dakwah Rasulullah SAW. di MekahJump to Page You are on page 1of 1Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Pada awalnya Nabi saw. berdakwah secara rahasia dan hanya mengajak orang-orang terdekat saja. Orang pertama yang menerima dakwah Nabi adalah Khadijah, istrinya, kemudian Ali bin Abi Talib, sepupunya, dan Zaid bin Harisah, bekas budaknya. Sementara itu, laki-laki dewasa yang pertama memeluk Islam adalah Abu Bakar bin Quhafah. Melalui ajakan Abu Bakar, beberapa orang menerima ajakannya, yaitu Usman bin Affan, Abdur Rahman bin Auf, Talhah bin Ubaidillah, Sa’ad bin Abi Waqqas, Zubair bin Awwam. Setelah itu, Abu Ubaidah bin Jarrah dan beberapa penduduk Mekah turut pula menyatakan keislamannya dan menerima ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Kegiatan dakwah secara rahasia ini berlangsung selama tiga tahun. A. Memahami Al-Qur’an, Hadis, dan Ijtihad sebagai Sumber Hukum Islam 1. Kerasulan Nabi Muhammad saw. dan Wahyu Pertama Menurut beberapa riwayat yang sahih, Nabi Muhammad saw. pertama kali diangkat menjadi rasul pada malam hari tanggal 17 Ramaan saat usianya 40 tahun. Malaikat Jibril datang untuk membacakan wahyu pertama yang disampaikan kepada Nabi Muhammad saw., yaitu al-Alaq. Kemudian, Nabi Muhammad saw. menerima ayat-ayat al-Qur’ān secara berangsur-angsur dalam jangka waktu 23 tahun. Ayat-ayat yang turun sejauh itu dikumpulkan sebagai kompilasi bernama al-Mushaf yang juga dinamakan al-Qur’an. 2. Ajaran-Ajaran Pokok Rasulullah saw. di Mekah Aqidah. Rasulullah saw. diutus oleh Allah Swt. untuk membawa ajaran tauhid. Masyarakat Arab yang saat ia dilahirkan bahkan jauh sebelum ia lahir, hidup dalam praktik kemusyrikan. Akhlak Mulia. Dalam hal akhlak, Nabi Muhammad saw. tampil sebagai teladan yang baik ideal. Sejak sebelum menjadi nabi, ia telah tampil sebagai sosok yang jujur sehingga diberi gelar oleh masyarakatnya sebagai al-Amin yang dapat dipercaya. B. Strategi Dakwah Rasululah saw. di Mekah Ada dua tahapan yang dilakukan Rasulullah saw. dalam menjalankan misi dakwah tersebut, yaitu dakwah secara sembunyi-sembunyi yang hanya terbatas di kalangan keluarga dan sahabat terdekat dan dakwah secara terang-terangan kepada khalayak ramai. 1. Dakwah secara Rahasia/Diam-diam al-Da’wah bi al-Sirr Rasulullah SAW menyeru untuk masuk Islam, orang-orang yang berada di lingkungan rumah tangganya sendiri dan kerabat serta sahabat dekatnya. Beberapa kerabat yang memenuhi dakwah Rasulullah antara lain Khadijah binti Khuwailid istri Rasulullah SAW, wafat tahun ke-10 dari kenabian, Ali bin Abu Thalib saudara sepupu Rasulullah SAW, masuk Islam saat berusia 10 tahun, Zaid bin Haritsah anak angkat Rasulullah SAW, wafat tahun 8 H = 625 M, Abu Bakar Ash-Shiddiq sahabat dekat Rasulullah SAW, yang hidup dan tahun 573 – 634 M, Ummu Aiman pengasuh Rasulullah SAW pada waktu kecil. Selanjutnya secara perlahan tapi pasti, pengikut Rasulullah saw. makin bertambah. Di antara mereka adalah Usman bin Affan, Zubair bin Awwam, Said bin Abi Waqas, Abdurrahman bin Auf, Taha bin Ubaidillah, Abu Ubaidillah bin Jarrah, Fatimah bin Khattab dan suaminya Said bin Zaid al-Adawi, Arqam bin Abil Arqam, dan beberapa orang lainnya yang berasal dari suku Qurasy. Orang-orang yang masuk Islam, pada masa dakwah secara sembunyi-sembunyi, yang namanya sudah disebutkan di atas disebut Assabiqunal Awwalun pemeluk Islam generasi awal. Ajaran Islam bisa diterima dan dianut oleh mereka karena hal-hal sebagai berikut Pribadi Rasulullah saw. yang begitu jujur dan amanah al-Amin, sabar, bijaksana, dan lemah-lembut dalam menyampaikan ajakan serta ajaran Islam. Ajaran Islam yang rasional, logis, dan universal, menghargai hak-hak asasi manusia, memberikan hak yang sama, keadilan, dan kepastian hidup setelah mati Menyempurnakan ajaran-ajaran sebelumnya, yaitu ajaran-ajaran yang dibawa oleh para rasul terdahulu berupa penyembahan terhadap Allah Swt.. Kesadaran akan tradisi dan kebiasaan-kebiasaan lama yang begitu jauh dari nilai-nilai ketuhanan dan nilai-nilai kemanusiaan. 2. Dakwah secara Terang-terangan al-Da’wah bi al-Jahr Dakwah secara terang-terangan ini dimulai sejak tahun ke-4 dari kenabian, yakni setelah turunnya wahyu yang berisi perintah Allah SWT agar dakwah itu dilaksanakan secara terang-terangan. Wahyu tersebut berupa ayat Al-Qur’an Surah 26 214-216. Tahap-tahap dakwah Rasulullah SAW secara terang-terangan ini antara lain sebaga berikut Mengundang kaum kerabat keturunan dari Bani Hasyim, untuk menghadiri jamuan makan dan mengajak agar masuk Islam. Ada 3 orang kerabat dari kalangan Bani Hasyim yang sudah masuk Islam, tetapi merahasiakannya. Mereka adalah Ali bin Abu Thalib, Ja’far bin Abu Thalib, dan Zaid bin Haritsah. Rasulullah SAW mengumpulkan para penduduk kota Mekah, terutama yang berada dan bertempat tinggal di sekitar Ka’bah untuk berkumpul di Bukit Shafa. Pada periode dakwah secara terang-terangan ini juga telah menyatakan diri masuk Islam dari kalangan kaum kafir Quraisy, yaitu Hamzah bin Abdul Muthalib paman Nabi SAW dan Umar bin Khattab. Hamzah bin Abdul Muthalib masuk Islam pada tahun ke-6 dari kenabian, sedangkan Umar bin Khattab 581-644 M. C. Reaksi Kafir Quraisy terhadap Dakwah Rasulullah saw. Ada beberapa alasan mengapa kaum kafir menolak dan menentang ajaran yang dibawa Rasulullah saw, diantaranya adalah sebagai berikut Kesombongan dan Keangkuhan. Bangsa Arab jahiliah dikenal sebagai bangsa yang sangat angkuh dan sombong Fanatisme Buta terhadap Leluhur. Kebiasaan yang telah mengakar kuat dan turun-temurun dalam melaksanakan penyembahan berhala dan kemusyrikan lainnya. Eksistensi dan Persaingan Kekuasaan. Penolakan mereka terhadap ajaran Rasulullah saw. secara politis dapat melemahkan eksistensi dan pengaruh kekuasaan mereka. D. Contoh-Contoh Penyiksaan Quraisy terhadap Rasulullah saw. dan Para Pengikutnya Berikut adalah contoh-contoh penyiksaan kafir Qurasiy terhadap Rasulullah saw. dan para pengikutnya. Abu Jahal mencerca dan menghina Rasulullah saw, namun beliau dilindungi oleh Hamzah pamannya. Uqbah bin Abi Mu’it menyiksa Rasulullah saw. dengan menjerat leher Rasulullah saw. dengan sorbannya dan menyeret ke luar masjid. Beberapa orang datang menolong Rasulullah saw. karena takut kepada Bani Hasyim. Abu Lahab dan istrinya Ummu Jamil yang tak pernah berhenti melemparkan barang-barang kotor kepada Rasulullah.. Quraisy memboikot kaum muslimin. Pemboikotan ini mengakibatkan kelaparan, kemiskinan, dan kesengsaraan bagi kaum muslim. Untuk meringankan penderitaan kaum muslimin, mereka pindah ke suatu lembah di luar Kota Mekah. E. Perjanjian Aqabah Dakwah Rasulullah SAW terhadap penduduk Yastrib Madinah. Gelombang pertama tahun 620 M, telah masuk Islam dari suku Aus dan Khazraj sebanyak 6 orang. Gelombang kedua tahun 621 M, sebanyak 13 orang, dan pada gelombang ketiga tahun berikutnya lebih banyak lagi. Diantaranya Abu Jabir Abdullah bin Amr, pimpinan kaum Salamah. Pertemuan umat Islam Yatsrib dengan Rasulullah SAW pada gelombang ketiga ini, terjadi pada tahun ke-13 dari kenabian dan menghasilkan Bai’atul Aqabah. Isi Bai’atul Aqabah tersebut merupakan pernyataan umat Islam Yatsrib bahwa mereka akan melindungi dan membela Rasulullah SAW. Selain itu, mereka memohon kepada Rasulullah SAW dan para pengikutnya agar berhijrah ke Yatsrib. F. Peristiwa Hijrah Kaum Muslimin 1. Hijrah Ke Habsyi Hijrah ke Habsyi dilakukan kaum muslimin dalam dua gelombang, rombongan pertama kaum muslimin yang berjumlah lebih kurang 11 orang laki-laki dan 4 orang perempuan, pada tahun ke 5 bulan ke tujuh kenabian. Dilanjutkan dengan rombongan hijrah kedua hingga keseluruhannya berjumlah 83 orang laki-laki dan 18 orang perempuan. Peristiwa hijrah ke Abisinia ini dipandang sebagai hijrah pertama dalam Islam. Kaum Quraisy berusaha merusak kedudukan mereka di Habsyi. Maka mereka mengirim utusan dipimpin Abdullah bin Abi Rabi’ah dan Amr bin ’Ash serta memberi hadiah untuk raja dan memintanya agar menyerahkan kaum muslimin kepada mereka. Mereka mengatakan kepada raja bahwa kaum muslimin menjelek-jelekkan Isa dan ibundanya. Tatkala raja Najasyi menanyakan hal tersebut kepada kaum muslimin, dan merekapun menjelaskan pandangan Islam tentang Isa dengan sebenar-benarnya, maka raja mengamankan mereka dan menolak untuk menyerahkan mereka kepada Kaum Quraisy 2. Hijrah ke Madinah Nabi Muhammad saw. dengan ditemani oleh Abu Bakar berhijrah ke Yasrib. Sesampai di Quba Nabi menginap di rumah Umi Kalsum bin Hindun. Di halaman rumah ini Nabi membangun sebuah masjid. Inilah masjid pertama yang dibangun pada masa Islam yang kemudian dikenal dengan Masjid Quba. Ketika Nabi memasuki Yasrib, ia dielu-elukan oleh penduduk kota itu dan menyambut kedatangannya dengan penuh kegembiraan. Sejak itu, nama Yasrib diganti dengan Madinatun Nabi Kota Nabi atau sering pula disebut dengan Madinatun Munawwarah Kota yang Bercahaya. Dikatakan demikian karena memang dari sanalah sinar Islam memancar ke seluruh penjuru dunia. G. Menerapkan Perilaku Mulia Perilaku yang dapat diteladani dari perjuangan dakwah Rasulullah saw. pada periode Mekah di antaranya adalah seperti berikut. 1. Memiliki Sikap Tangguh Memiliki Sikap Tangguh Dalam upaya meraih kesuksesan sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. ketika ia berjuang memberantas kemusyrikan. Sikap tangguh dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat di antaranya. seperti berikut. Menggunakan waktu untuk belajar dengan sungguh-sungguh agar mendapatkan prestasi yang tinggi. Secara terus-menerus mencoba sesuatu yang belum dapat dikerjakan sampai ditemukan solusi untuk mengatasinya. Melaksanakan segala peraturan di sekolah sebagai bentuk pengamalan sikap disiplin dan tanggung jawab. Menjalankan segala perintah agama dan menjauhi larangannya dengan penuh keikhlasan. Tidak putus asa ketika mengalami kegagalan dalam meraih suatu keinginan. Jadikanlah kegagalan sebagai cambuk agar tidak mengalaminya lagi di kemudian hari 2. Memiliki Jiwa Berkorban Perilaku yang mencerminkan jiwa berkorban dalam kehidupan sehari-hari misalnya seperti berikut. Menyisihkan waktu sebaik mungkin untuk kegiatan yang bermanfaat Mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Menyisihkan sebagian harta untuk membantu orang lain yang membutuhkan.
Rangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab 5Kerasulan Nabi Muhammad saw. dan Wahyu PertamaAjaran-Ajaran Pokok Rasulullah saw. di MekahStrategi Dakwah Rasululah saw. di MekahDakwah secara Rahasia/Diam-Diam al-Da’wah bi al-SirrDakwah secara Terang-terangan al-Da’wah bi al-JahrReaksi Kafir Quraisy terhadap Dakwah Rasulullah Penyiksaan Quraisy terhadap Rasulullah saw. dan Para PengikutnyaPerjanjian AqabahPeristiwa Hijrah Kaum MusliminHijrah ke Abisinia HabsyiHijrah ke MadinahMenerapkan Perilaku MuliaRangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab 5Halo adik-adik berjumpa lagi di Portal kesempatan sebelumnya, Admin telah membagikan Rangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab 4 Al-Qur’ān dan Hadis adalah Pedoman HidupkuPada kesempatan kali ini, Admin akan membagikan materi baru rangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab 5 Meneladani Perjuangan Rasulullah saw di MekahYuk mari disimak!Rangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab 5Meneladani Perjuangan Rasulullah saw di MekahKerasulan Nabi Muhammad saw. dan Wahyu PertamaMenurut beberapa riwayat yang śaĥiĥ, Nabi Muhammad saw. pertama kali diangkat menjadi rasul pada malam hari tanggal 17 Ramadhan saat usianya 40 Jibril datang untuk membacakan wahyu pertama yang disampaikan kepada Nabi Muhammad saw., yaitu al-Alāq, sebagai berikutKemudian, Nabi Muhammad saw. menerima ayat-ayat al-Qur’ān secara berangsur-angsur dalam jangka waktu 23 tahun. Ayat-ayat tersebut diturunkan berdasarkan kejadian faktual yang sedang terjadi, sehingga hampir setiap ayat al-Qur’ān turun disertai oleh Asbābun Nuzûl adalah sebab/kejadian yang mendasari turunnya yang turun sejauh itu dikumpulkan sebagai kompilasi bernama al-Musḥaf yang juga dinamakan al-Qur’ Pokok Rasulullah saw. di MekahRasulullah saw. diutus oleh Allah Swt. untuk membawa ajaran sekali ayat al-Qur’ān yang memerintahkan beliau agar menyampaikan keimanan sebagai pokok ajaran Islam yang Swt. berfirman yang artinya“Katakanlah Muhammad, “Dialah Allah Swt., Yang Maha Esa. Allah Swt. tempat meminta segala sesuatu. Allah Swt. tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.” al-Ikhlaś/1121-4Ajaran tauĥid ini berbekas sangat dalam di hati Nabi dan para pengikutnya, sehingga menimbulkan keyakinan yang kuat, mapan, dan tak hal akhlak, Nabi Muhammad saw. tampil sebagai teladan yang baik ideal.Sejak sebelum menjadi nabi, ia telah tampil sebagai sosok yang jujur sehingga diberi gelar oleh masyarakatnya sebagai al-Amin yang dapat dipercaya.Selain itu, Nabi Muhammad saw. merupakan sosok yang suka menolong dan meringankan beban orang juga membangun dan memelihara hubungan kekeluargaan serta Muhammad saw. tampil sebagai sosok yang sopan, lembut, menghormati setiap orang, dan memuliakan itu, Nabi Muhammad saw. juga tampil sebagai sosok yang berani dalam membela kebenaran, teguh pendirian, dan tekun dalam Muhammad saw. mengajak agar sikap dan perilaku yang tidak terpuji yang dilakukan masyarakat Arab seperti berjudi, meminum minuman keras khamr, berzina, membunuh, dan kebiasaan buruk lainnya untuk karena pribadi Nabi Muhammad saw. dengan akhlaknya yang luhur, ajaran untuk memperbaiki akhlak juga bersumber dari Allah Swt. dalam Firman- Nya “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu yang berselisih dan bertakwallah kepada Allah Swt. agar kamu mendapat rahmat.” al-Ḥujurāt/4910Strategi Dakwah Rasululah saw. di MekahAda dua tahapan yang dilakukan Rasulullah saw. dalam menjalankan misi dakwah tersebut, yaituSecara sembunyi-sembunyiSecara terang-teranganDakwah secara Rahasia/Diam-Diam al-Da’wah bi al-SirrAgar tidak menimbulkan keresahan dan kekacauan di kalangan masyarakat Quraisy, Rasulullah saw. memulai dakwahnya secara sembunyi-sembunyi al-Da’wah bi al-Sirr.Rumah Rasulullah saw Dārul Arqam dijadikan sebagai pusat kegiatan pertama as-sābiqunal awwalūn yang mengakui kerasulan Nabi Muhammad saw. dan menyatakan keislamannya adalahSiti Khadijah istri,Ali bin Abi Ţhalib adik sepupu,Zaid binĤarișah pembantu yang diangkat menjadi anak,Abu Bakar Siddik sahabatSetidaknya ada 4 alasan utama mengapa mereka dapat menerima Islam dan meyakini bahwa Islam adalah yang paling sempurnaPribadi Rasulullah saw. yang begitu luhur dan agungAjaran Islam yang rasional, logis, dan universal, menghargai hak-hak asasi manusia, memberikan hak yang sama, keadilan, dan kepastian hidup setelah ajaran-ajaran sebelumnyaKesadaran akan tradisi dan kebiasaan-kebiasaan lama yang begitu jauh dari nilai-nilai ketuhanan dan nilai-nilai secara diam-diam atau rahasia al-Da’wah bi al-Sirr ini dilaksanakan Rasulullah saw. selama lebih kurang tiga secara Terang-terangan al-Da’wah bi al-JahrDakwah secara terang-terangan al-Da’wah bi al-Jahr dimulai ketika Rasulullah saw. menyeru kepada orang-orang Mekah, saat itu turun wahyu Allah Swt. agar Rasulullah saw. melakukannya secara terang-terangan dan hal tersebut, Allah Swt. berfirman, yang artinya“Maka sampaikanlah Muhammad secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang yang musyrik.” al- Ḥijr/1594. Baca pula firman Allah dalam asy-Syua’ara/26 berdakwah secara terang-terangan jumlah pengikut Nabi Muhammad Saw. semakin banyak dan tentu saja kaum Quraisy semakin tidak terima kenyataan usaha dilakukan diantaranyaMembujuk Abu Talib agar menghentikan dakwah Nabi, namun ditolak oleh Abu TalibMenghina, mencemooh, bahkan melempar kotoran kepada Nabi Muhammad Saw. yang tentu saja tidak membuat Nabi gentar para pemeluk agama Islam, seperti yang terkenal adalah kisah Utbah bin Rabi’ah untuk menawarkan Harta dan Tahta namun ditolak dengan surat Al-Sajdah, malah Utbah yang insaf setelah mendengarnya Kafir Quraisy terhadap Dakwah Rasulullah yang telah disinggung pada bagian sebelumnya, kaum kafir Quraisy terus berupaya menggalang kekuatan agar Rasulullah saw. dan upayanya dalam penyebaran ajaran Islam dapat beberapa alasan kaum kafir menolak dan menentang ajaran yang dibawa Rasulullah saw, di antaranya karena mereka memiliki sifat Kesombongan dan KeangkuhanFanatisme Buta terhadap LeluhurEksistensi dan Persaingan KekuasaanContoh-Contoh Penyiksaan Quraisy terhadap Rasulullah saw. dan Para PengikutnyaBerikut adalah contoh-contoh penyiksaan kafir Quraisy terhadap Rasulullah saw. dan para pengikutnyaSuatu hari, Abu Jahal melihat Rasulullah saw. di Śafa, ia mencerca dan menghina tetapi tidak ditanggapi oleh Rasulullah saw. dan ia beranjak pulang. Kemudian, Abu Jahal pun bergabung dengan kelompoknya kaum Quraisy di samping Ka’bah. Mendengar kejadian tersebut, Hamzah, paman Rasulullah saw., marah seraya bangkit mencari Abu Jahal. Ia kemudian menemukan Abu Jahal yang sedang duduk di samping Ka’bah dengan kelompoknya kaum Quraisy. Tanpa banyak bicara, ia langsung mengangkat busur dan memukulkannya ke kepala Abu Jahal hingga tengkoraknya terluka. “Engkau mencerca dia Rasulullah saw., padahal aku sudah memeluk agamanya. Aku menempuh jalan yang ia tempuh. Jika mampu, ayo, lawan aku!” tantang hari, Uqbah bin Abi Mu’iţ melihat Rasulullah saw. berţawaf, lalu menyiksanya. Ia menjerat leher Rasulullah saw. dengan sorbannya dan menyeret ke luar masjid. Beberapa orang datang menolong Rasulullah saw. karena takut kepada Bani lain dilakukan oleh pamannya sendiri, yaitu Abu Lahab dan istrinya Ummu Jamil yang tiada tara kejinya. Rasulullah saw. bertetangga dengan mereka. Mereka tak pernah berhenti melemparkan barang-barang kotor kepadanya. Suatu hari mereka melemparkan kotoran domba ke kepala Nabi. Sekali lagi Hamzah membalasnya dengan menimpakan barang yang sama ke kepala Abu memboikot kaum musliminPerjanjian AqabahKerasnya penolakan dan perlawanan Quraisy, mendorong Nabi Muhammad saw. melancarkan dakwahnya kepada kabilah-kabilah Arab di luar suku hasilnya nihil malah dihina, diejek, dan dilempari oleh Nabi Muhammad saw. berkesimpulan bahwa tidak mungkin lagi mendapat dukungan dari Quraisy dan kabilah-kabilah Arab karena itu, Nabi Muhammad saw. mengalihkan dakwahnya kepada kabilah-kabilah lain yang ada di sekitar Mekah yang datang berziarah setiap tahun ke berapa lama kemudian, tanda-tanda kemenangan datang dari Yașrib Madinah.Selain itu ada juga dari suku Khazraj yang sangat positif serta antusias untuk bergabung dengan musim ziarah tahun berikutnya, datanglah 12 orang penduduk Yașrib menemui Nabi Muhammad saw. di tempat ini mereka berikrar kepada Nabi yang kemudian dikenal dengan Perjanjian Aqabah Perjanjian Aqabah I ini, orang-orang Yașrib berjanji kepada Nabi untuktidak menyekutukan Tuhan,tidak mencuri,tidak berzina,tidak membunuh anak-anak,tidak mengumpat dan memfitnah baik di depan atau di belakang,jangan menolak berbuat mematuhi semua itu akan mendapat pahala surga dan kalau ada yang melanggar, persoalannya kembali kepada Allah tahun 622 M, peziarah Ya¡rib yang datang ke Mekah berjumlah 75 orang, dua orang di antaranya itu, Nabi Muhammad saw. ditemani oleh pamannya, Abbas bin Abdul Muṭṭalib yang masih memeluk agama nenek moyangnya menemui orang-orang malam itu kemudian dikenal dalam sejarah sebagai Perjanjian Aqabah malam itu, mereka berikrar kepada Nabi sebagai berikut“Kami berikrar, bahwa kami sudah mendengar dan setia di waktu suka dan duka, di waktu bahagia dan sengsara,kami hanya akan berkata yang benar di mana saja kami berada, dan di jalan Allah Swt. ini kami tidak gentar terhadap ejekan dan celaan siapapun.”Peristiwa Hijrah Kaum MusliminHijrah ke Abisinia HabsyiUntuk menghindari bahaya penyiksaan, Nabi Muhammad saw. menyarankan para pengikutnya untuk hijrah ke Abisinia Habsyi.Para sahabat pergi ke Abisinia dengan dua kali pertama sebanyak 15 orang; sebelas orang laki-laki dan empat orang berangkat secara sembunyi-sembunyi dan sesampainya di sana, mereka mendapatkan perlindungan yang baik dari Najasyi sebutan untuk Raja Abisinia.Ketika mendengar keadaan Mekah telah aman, mereka pun kembali mereka kembali mendapatkan siksaan melebihi dari itu, mereka kembali hijrah untuk yang kedua kalinya ke Abisinia tahun kelima dari kenabian atau tahun 615 M.Kali ini mereka berangkat sebanyak 80 orang laki-laki, dipimpin oleh Ja’far bin Abi tinggal di sana hingga sesudah Nabi hijrah ke Yașrib Madinah.Peristiwa hijrah ke Abisinia ini dipandang sebagai hijrah pertama dalam ke MadinahPeristiwa Ikrar Aqabah II ini diketahui oleh orang-orang itu tekanan, intimidasi, dan siksaan terhadap kaum muslimin makin ini mendorong Nabi segera memerintahkan sahabat-sahabatnya untuk hijrah ke waktu dua bulan saja, hampir semua kaum muslimin, sekitar 150 orang telah berangkat ke Abu bakar dan Ali yang masih menjaga dan membela Nabi di Nabi pun hijrah setelah mendengar rencana Quraisy yang ingin Muhammad saw. dengan ditemani oleh Abu Bakar berhijrah ke di Quba, 5 km dari Yașrib, Nabi beristirahat dan tinggal di sana selama beberapa menginap di rumah Umi Kalsum bin halaman rumah ini Nabi membangun sebuah masjid pertama yang dibangun pada masa Islam yang kemudian dikenal dengan Masjid lama kemudian, Ali datang menyusul setelah menyelesaikan amanah yang diserahkan Nabi kepadanya pada saat berangkat Nabi memasuki Yașrib, ia dielu-elukan oleh penduduk kota itu dan menyambut kedatangannya dengan penuh itu, nama Yasrib diganti dengan Madinatun Nabi kota Nabi atau sering pula disebut dengan Madinatun Munawwarah kota yang bercahaya.Dikatakan demikian karena memang dari sanalah sinar Islam memancar ke seluruh penjuru Perilaku MuliaBeberapa perilaku mulia yang dapat kita teladani dari pelajaran ini yaituMemiliki Sikap TangguhMemiliki Jiwa BerkorbanApabila kalian sudah cukup memahami materi ini, coba juga latihan soal materi ini pada link dibawah iniLatihan Soal PAI Kelas 10 Bab 5Sekian rangkuman yang dapat Admin bagikan kali ini tentang rangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab lupa share ke teman teman kalian apabila kalian merasa artikel ini bermanfaat untuk kunjungi Portal Edukasi untuk rangkuman materi lainnya Juga Rangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab 14 votesArticle Rating
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran R P P Sekolah SMA Negeri ………….. Matapelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas/Semester X/ Ganjil Materi Pokok Meneladani perjuangan dakwah Rasulullah SAW di Mekkah Alokasi Waktu 4x 3Jam Pelajaran K2 Mengembangkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro- aktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. K3 Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah K4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. B. Kompetensi Dasar dan Indikator Kompetensi Dasar Indikator sikap tangguh dan semangat menegakkan kebenaran sebagai implementasi dari pemahaman strategi dakwah Rasulullah SAW di Mksistensi daekah substansi dan strategi dakwah Rasullullah SAW di Mekah. Menerangkan substansi dakwah rasulullah saw di mekah Menjelaskan strategi dakwah rasulullah saw di mekah Menjelaskan contoh perilaku yang patut diteladani dari sejarah perjuangan rasulullah saw di mekah substansi dan strategi dakwah Rasullullah SAW di Mekah. Mendemonstrasikan atau menyimulasikan contoh perilaku yang patut diteladani dari sejarah perjuangn rasulullah saw di mekah Menjadikan substansi dan strategi dakwah yang dilakukan rasulullah saw di mekah sebagai sumber inspirasi pengembangan pembelajaran dan sumber keteladanan Peserta didik mampu 1. Menerangkan substansi dakwah rasulullah saw di mekah 2. Menjelaskan strategi dakwah rasulullah saw di mekah 3. Menjelaskan contoh perilaku yang patut diteladani dari sejarah perjuangan rasulullah saw di mekah 4. Mendemonstrasikan atau menyimulasikan contoh perilaku yang patut diteladani dari sejarah perjuangn rasulullah saw di mekah 5. Menjadikan substansi dan strategi dakwah yang dilakukan rasulullah saw di mekah sebagai sumber inspirasi pengembangan pembelajaran dan sumber keteladanan 1. Substansi dakwah rasulullah saw di mekah a. Kerasulan Nabi Muhammad dan wahyu pertama Nabi Muhammad pertama di angkat menjadi rasul pada malam hari tanggal 17 Ramadhan saat usianya 40 tahun. Malaikat jibril datang untuk menyampaikan wahyu pertama yang disampaikan kepada nabi muhammad saw yaitu, al-Alaq. b. Ajaran-ajaran pokok Rasulllah saw di mekah 2. Dakwah secara rahasia/diam-diam al-da’wah bil al-Sirr 3. Dakwah terang Terang-terangan al-Da’wah bi al-Jahr 4. Reaksi kafir quraisy terhadap dakwah rasulullah saw a. Kesombongan dan keangkuhan b. Fanatisme buta terhadap leluhur c. Eksistensi dan persaingan kekuasaan 1. Pertemuan 1 Reading guide dengan The Power of Two 2. Pertemuan 2 Reading guide dengan The Power of Two 3. Pertemuan 3 Cooperative learning / Coure Review Horay F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran 1. Media Teks bacaan dalam Software quranflash_tajweed dan Quran-in- File Video 2. Alat Laptop, LCD projektor 3. Sumber Belajar Buku PAI, Tafsir al-Qur’an, dan sumber lain yang menunjang internet dan buku. G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran a. Kegiatan Pendahuluan 15 menit Dalam Kegiatan Pendahuluan, Guru 1. membuka proses pembelajaran dengan memberi salam dan berdo’a, 2. mengelola kelas mengecek kesiapan, absensi, tempat duduk, dan perlengkapan lainnya, 3. mengajak peserta didik untuk tadarus antara 5-10 menit membaca/hafalan al-Qur’an atau surah pendek pilihan, 4. menyampaikan penjelasan tentang tujuan pembelajaran yang akan dicapai, 5. memberikan penjelasan tentang tahapan kegiatan pembelajaran yang meliputi mengamati, menanya, eksperimen/eksplorasi, menyimpulkan, serta mengomunikasikan. 6. melakukan appersepsi sejauh mana peserta didik memahami hubungan pelajaran yang lalu dan atau konsep yang dimiliki dengan materi yang akan diajarkan, 7. melaksanakan tes awal pretest untuk mengetahui pemahaman peserta didik terhadap materi yang akan diajarkan. 8. memberi motivasi peserta didik b. Kegiatan Inti 105 menit a. Mencermati bacaan teks tentang substansi dan strategi dakwah Rasullullah SAW b. Meyimak penjelasan materi tersebut di atas melalui tayangan vidio atau media lainnya. 2. Menanya memberi stimulus agar peserta didik bertanya a. Apa substansi dakwah Rasulullah di Mekah? b. Apa strategi dakwah Rasulullah di Mekah? 3. Mengumpulkan data/eksplorasi a. Peserta didik mendiskusikan substansi dan strategi dakwah Rasullullah SAW di Mekah. b. Guru mengamati perilaku tangguh dan semangat menegakkan kebenaran dalam kehidupan sehari-hari. c. Guru berkolaborasi dengan orang tua untuk mengamati perilaku tangguh dan semangat menegakkan kebenaran dalam kehidupan sehari-haridi rumah. Membuat kesimpulan tentang substansi dan strategi dakwah Rasullullah SAW di Mekah. Mempresentasikan /menyampaikan hasil diskusi tentang substansi dan strategi dakwah Rasullullah SAW di Mekah. 1. Melaksanakan refleksi dan kesimpulan sebagaimana yang terdapat dalam buku teks peserta didik pada kolom rangkuman, serta mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya, dalam menerapkan perilaku perjuangan dakwah Rasulullah saw di mekah, baik di rumah, di sekolah dan maupun di masyarakat 2. Guru dan peserta didik menyimpulkan intisari dari pelajaran tersebut. 3. Merencanakan kegiatan tindak lanjut dengan memberikan tugas baik secara individu maupun kelompok, bagi peserta didik yang belum menguasai pembelajaran dakwah Rasulullah saw di mekah, melakukan remedial, atau pengembangan materi bagi peserta didik yang lebih berkembang secara kreatif, inovatif dan produktif 4. Menyampaikan tema dan rencana pembelajaran pada peremuan berikutnya Rubrik penilaian dan kedalaman informasi • Jika kelompok tersebut dapat memberikan kejelasan dan kedalamaninformasi dengan sangat baik, skor 100. • Jika kelompok tersebut dapat memberikan kejelasan dan kedalamaninformasi dengan baik, skor 75. • Jika kelompok tersebut dapat memberikan kejelasan dan kedalamaninformasi dengan cukup baik, skor 50. • Jika kelompok tersebut dapat memberikan kejelasan dan kedalamaninformasi dengan kurang baik, skor 25. bertanya, menjawab dan menanggapi dalam diskusi • Jika kelompok tersebut berperan sangat aktif dalam diskusi, skor 100. • Jika kelompok tersebut berperan aktif dalam diskusi, skor 75. • Jika kelompok tersebut cukup aktif dalam diskusi, skor 50. • Jika kelompok tersebut kurang aktif dalam diskusi, skor 25. dan kerapian presentasi • Jikakelompoktersebutdapatmempresentasikansangatjelasdanrapi,skor100. • Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan jelas dan rapi, skor 75. • Jikakelompoktersebutdapatmempresentasikankurangjelasdan kurangrapi, skor 50. • Jikakelompoktersebutdapatmempresentasikantidakjelasdantidakrapi,skor 25. jumlah nilai yang diperoleh peserta didik Nilai akhir = x 100 300
materi meneladani perjuangan rasulullah saw di mekah